Selasa, 31 Maret 2020


Tugas Bahasa Inggris Mencari Verb dalam Artikel

ARTICLE DEVELOPMENT AND TECHNOLOGICAL ADVANCEMENT
1 July 2015 | KARINASELANJUTNYA

The development of this technology now has many remarkable progress shows. Many things of the life sector who have used the existence of the technology itself. Its presence has provided a considerable impact on the lives of human beings in various aspects and dimensions. Such is the case with communications technology that is thehardware equipment in the organizational structure that contains the value of the social that allow individuals to collect, process and exchange information (according to the Rogers,1986). Circumstances, where a technology capable to change something that is not necessarily can be made into a reality. For example, if the first person cannot speak with others who are in a place that is far away, then after the phone people can talk without limits of time and distance.
From this, again with the discovery of various simple devices, ranging from analog-based phones, developed and developing, continue to appear a variety of other electronic devices. Until these technologies integrate with each other. Existing communication technology is an answer of the times. This happens because of growing forward a human civilization then technology will continue to undergo development to align patterns developing era of mankind itself.

1. The notion of communication technology and information technology

According to Rogers,1986 technology is hardware equipment in the organizational structure that contains the value of the social that allow individuals to collect, process and exchange information (in the quotation from the lecture material development of communication technology, Jamroji s. Sos: p. 1). It can be said that communications technology is a new discovery in the aspect of life where each individual can use, access, and provide all the information to other people universally. While according to Ely, 1982 is the information technology, namely including communication systems such as direct broadcast satellite, interactive two-way cable, broadcasting on low-powered9low-power broadcasting), computers (including personal-computer handheld computer and a new one), and television (including video discs and video cassete tape), (quoted from communication technologies in perspective Background & development, Zulkarimein Nasution. 1989:5). Between communication technologies with information technology itself are actually intertwined. but still there is the side that distinguish between the two.

2. Development of communication technology
At this time the need for technology, information and telecommunications technology was very high from the start to the middle to the bottom and the middle to the top. All individuals desperately need technology to accelerate development or improving the construction of both individual and group development. The development of technology which is currently very quickly is the communications technology, which presents a selection of forms technology and sophistication.
Development of the communication itself is actually in line with the life and existence of mankind itself. There are four main determinant point in the history of human communication. According to Nordenstreng and Varis (1973) are:
1. Acquisition (aquisition) language that is at the same time with the birth of a human being.
2. the development of the art of writing with a communication based on the talk. 3. reproduction of the written word (written words) by using the alt printer, allowing the realization of mass communication.
4. the advent of electronic communications, ranging from the Telegraph, telephone, radio, television, up to the satellite.
(quoted from communication technologies in perspective Background & development, Zulkarimein Nasution. 1989:15). According to Alvin Toffler there are three civilizations in the development of the technology itself that is, the age of the agriculture, industry and the last days of the age of information (cited from communication technologies in perspective Background & development, Zulkarimein Nasution.1989: p. 2).
Previous just scratch the back, that the actual communications technology itself has emerged since pre-historic Times. Where at that time were already able to use a form of communication. But the form is still very simple. For example forms limited the movement of the tool body, as the language of images, sounds of bones and so on. But even so, it has been regarded as a form of communication that are appropriate at the time.
Further development has been a little progress a step better, for example in pictograf forms of communication used by the Sumerians, Hierogliph by the Ancient Egypt. 
https://www.ilmubahasainggris.com/artikel-bahasa-inggris-teknologi/

Kamis, 08 November 2018

PENALARAN DENGAN KETIDAKPASTIAN (UNCERTAINITY)

PENALARAN DENGAN KETIDAKPASTIAN (UNCERTAINITY)

KETIDAKPASTIAN (Uncertainity)
- Ketidakpastian dapat dianggap sebagai suatu kekurangan informasi yang memadai untuk membuat suatu keputusan.
- Ketidakpastian merupakan suatu permasalahan karena mungkin menghalangi kita membuat suatu keputusan yang terbaik.
- Teori-teori yang berhubungan dengan ketidakpastian :
 Probabilitas Klasik
 Probabilitas Bayes
 Teori Hartley yang berdasarkan pada himpunan klasik
 Teori Shanon yang didasarkan pada peluang
 Teori Dempster-Shafer
 Teori Fuzzy Zadeh
- Contoh aplikasi yang klasik sistem pakar yang sukses sehubungan dengan ketidakpastian :
 MYCIN untuk diagnosa medis
 PROPECTOR untuk ekplorasi mineral

Penalaran dengan Ketidakpastian (Uncertainity)

TIPE-TIPE KESALAHAN / ERRORS
Keterangan :
-Ambiguous: kesalahan yg diinpretasikan lebih dari 1 cara
-Incomplete : ada informasi hilang
-Incorrect : informasi salah yang disebabkan manusia (kesalahan membaca data, peletakan informasi & peralatan)
-Hipotesa adalah sebuah asumsi yang akan di-test
->False Negative: penolakan hipotesa jika benar
->False Positive: penerimaan hipotesa jika tidak benar
-Measurement: kesalahan pengukuran
->Precision: dalam milimeter, 10 X lebih teliti daripada centimeter, berhubungan dg bagaimana kebenaran itu diketahui/baik (how well the truth is known)
->A c c u r a c y :dalam centimeter, berhubungan dengan kebenaran (the truth)
-Unreliability : jika peralatan pengukuran mensuplay fakta yg tidak dipercaya.
-Random: fluktuasi nilai
-Systematic : tidak acak tetapi karena bias mis pembacaan kalibrasi.

KESALAHAN (ERROR) dan INDUKSI
- Proses induksi merupakan lawan dari deduksi.
DEDUKSI : merupakan hasil dari hal yang umum ke khusus   
 Contoh : Semua laki-laki adalah makhluk hidup Socrates adalah laki-laki
Dapat ditarik kesimpulan : Socrates adalah makhluk hidup
INDUKSI : menggeneralisasi dari hal khusu ke   umum 
Contoh : Disk saya belum pernah rusak 
Disk saya tidak pernah akan rusak dimana simbol
mewakili “oleh karena” untuk induksi dan
mewakili “oleh karena” untuk deduksi.
- Kecuali untuk induksi matematika, argumen induksi tidak pernah dapat dibuktikan dengan benar. Argumen induksi hanya dapat menyediakan beberapa tingkat kepercayaan bahwa konklusi tersebut benar.
PROBABILITY KLASIK
- Probability merupakan cara kuantitas yang berhubungan dengan ketidakpastian
- Teori probability diperkenalkan pada abad 17 oleh penjudi Perancis dan pertama kali diajukan oleh Pascal dan Fermat (1654)
- Prob. Klasik disebut juga dengan a priori probability karena berhubungan dg game atau sistem.
- Formula fundamental prob.
Klasik P  =  W / N
dimana :
W = jumlah kemenangan
N = jumlah kemungkinan kejadian yang sama pd percobaan

TEORI PROBABILITAS
- Teori formal probabilitas dibuat dengan menggunakan 3 aksioma
- Teori aksiomatik disebut juga o b j e c tiv e t h e o r y o f probability diperkenalkan oleh Kolmogorov , sedangkan teori aksiomatik probabiliti kondisional dibuat oleh Renyi
- Tiga aksioma probabilistik :
1.  0  P(E)  1   Aksioma ini menjelaskan bahwa jangkauan probabilitas berada antar 0 dan 1.  Jika suatu kejadian itu pasti terjadi maka nilai probabilitasnya adalah 1, dan jika kejadiannya tidak mungkin terjadi nilai probabilitasnya adalah 0 .
2.           P(Ei) = 1 Aksioma ini menyatakan jumlah semua kejadian tidak memberikan pengaruh dengan lainnya, maka disebut mutually exclusive events yaitu 1. Corollary dari aksioma ini adalah :         P(E) + P(E’) = 1
3.       P(E1  E2) = P(E1) + P(E2) Dimana E1 dan E2 adalah kejadian mutually exclusive . Aksioma ini mempunyai makna bahwa jika E1 dan E2 keduanya tidak dapat terjadi secara simultan, maka probabilitas dari satu atau kejadian lainnya adalah jumlah dari masing-masing probabilitasnya.

EKSPERIMENTAL dan PROBABILITAS SUBJEKTIF
- Ekperimental probability kebalikan dari a priori yaitu posteriori probability yang artinya “setelah kejadian”. Posteriori probabilitas mengukur frekuensi kejadian yang terjadi untuk sejumlah percobaan. 
- Subjective probability berhubungan dg kejadian yg tidak dapat direproduksi dan tidak mempunyai basis teori sejarah untuk mengektrapolasi. Subjective probability sebagai opini lebih mengekspresikan suatu probabilitas dibandingkan probabilitas yang berdasarkan aksioma.

PROBABILITAS GABUNGAN
- Dalam probabilitas gabungan, kejadian dapat dihitung dari ruang contohnya.
- Independent events : kejadian yg masing-masing tidak saling mempengaruhi. Untuk 2 kejadian bebas A dan B, probabilitasnya merupakan produk dari probabilitas individual.

PROBABILITAS KONDISIONAL

TEOREMA BAYES
- Ditemukan oleh Thomas Bayes
- Teorema Bayes kebalikan dari probabilitas kondisional P(A|B) atau disebut p o s t e rio ri p r o b a bilit y , dimana dalam teorema Bayes : state probabilitas dari kejadian awal diberikan untuk melihat kejadian yang mungkin akan terjadi kemudian.

x

Kamis, 25 Oktober 2018

Logika Orde Pertama


1.1. PENGENALAN LOGIKA ORDE PERTAMA (FIRST ORDER LOGIC)
First order logic adalah sebuah bahasa formal yang digunakan di ilmu matematika, philosophy, bahasa dan ilmu computer. Disebut juga kalkulus predikat, merupakan logika yang digunakan untuk merepresentasikan masalah yang tidak dapat direpresentasikan dengan menggunakan proposisi. Logika predikat dapat memberikan representasi fakat-fakta sebagai suatu pernyataan yang mapan (well form). Kalkulus predikat bisa menganalisakan kalimat-kalimat ke dalam subjek dan argumen dalam berbagai cara yang berbeda-beda, yang pada akhirnya kalkulus predikat bisa digunakan untuk memecahkan problem of multiple generality (masalah dalam berbagai keadaan umum) yang telah membingungkan sebagian besar ahli-ahli logika abad pertengahan. Dengan menggunakan logika predikat ini, untuk pertama kalinya, para ahli-ahli logika bisa memberikan quantifier yang cukup umum untuk merepresentasikan semua argumen yang terdapat pada natural language.
Pemanfaatan FOL untuk merepresentasikan fakta adalah salah satu teknik dasar yang sudah sejak lama dipakai untuk dapat mengkodekan bahasa alami ke dalam bentuk formal. Dengan menggunakan FOL, diharapkan fakta (dan juga pertanyaan) dapat direpresentasikan secara tepatke dalam konteksnya masing-masing, sehingga jawaban akhir yang dikembalikan kepada pengguna adalah jawaban yang tingkat kesasihannya (validity, di dalamnya mencakup consistency dan informativeness) sangat tinggi. Jika kita berbicara mengenai logika predikat, maka patut diperhatikan bahwa pada tahun 1879, filsuf berkebangsaan Jerman yang bernama Gottlob Frege menerbitkan sebuah risalat yang luar biasa, yang berjudul the Begriffsschrift (“Concept Script”). Monograp yang brilian ini dianggap sebagai asal muasal dari teori logika modern. Akan tetapi, dalam risalat milik Friege ini masih terdapat banyak kekurangan dalam beberapa bagian dan janggal dalam penotasiannnya. Walaupun demikian, penemuan Frege ini tetap diakui. Selain penemuan dari Frege, formulasi dari logika predikat yang sering digunakan sekarang adalah firstorder logic atau yang biasa dikenal dengan kalkulus predikat yang tercatat dalam Principle of Theorical Logic yang ditulis oleh David Hilbert dan Wilhelm Ackerman pada tahun 1928. First order logic dalam hal ini merupakan dasar pendiri logika matematika modern.
Di sini hanya akan disediakan beberapa poin penting yang membedakan kalkulus predikat dengan logika Aristotle. Beberapa poin tersebut diantaranya:
Di dalam kalkulus predikat didefinisikan bahwa subjek adalah hanya sebuah individu tidak pernah merupakan sekelompok individu. Karena subjek dalam kalkulus predikat ini hanyalah sebuah individu, maka subjek di sini lebih umum untuk disebutkan sebagai individual. Kalkulus predikat memakai banyak simbol-simbol khusus untuk menotasikan sesuatu. Huruf kecil a, b, c, d, …, z digunakan untuk menyatakan individual. Huruf kapital M, N, P, Q, R, … digunakan untuk menyatakan predikat. Jika terdapat notasi seperti Ma, maka dikatakan bahwa a adalah argument untuk M. Selain huruf kecil dan huruf kapital, kalkulus predikat juga menggunakan beberapa simbol khusus untuk menotasikan operator-operator logika. Beberapa simbol khusus itu adalah:   ~  ≡
Sebuah formula adalah ekpresi yang memiliki arti dan dibangun oleh atom-atomnya dan digabungkan dengan menggunakan operatoroperator logika. Kalkulus predikat memiliki kapabilitas yang besar dalam mengekspresikan suatu hal. Banyak pernyataan dalam natural language yang bisa direpresentasikan dengan baik oleh kalkulus predikat. Hal inilah yang kurang dimiliki oleh logika Aristoteles.
Dalam first-order logic yang paling utama adalah bahwa dunia berisi objek-objek yaitu identitas (ciri-ciri individu) dan sifat (properties) yang membedakan mereka dengan objek yang lain. Diantara objek tersebut, akan dibuat bermacam-macam relasi. Beberapa relasi adalah fungsi yaitu hubungan dimana hanya ada satu nilai untuk satu input. Jadi pada first-order logic mengasumsikan “world” memuat :
·       Objek : hal-hal yang berhubungan dengan identitas individu, misalnya : manusia, rumah, teori-teori, warna, mobil, dan lain-lain.
·       Sifat (properties): sifat benda yang membedakannya dari benda lain, misalnya: merah, bulat, tipis, dan lain-lain
·       Relasi : hubungan antara benda yang satu dengan benda yang lainnya, misalnya: lebih besar dari, lebih kecil dari, memiliki, terjadi setelah, dan lain-lain.
·       Fungsi (Functions): merupakan subset dari hubungan di mana hanya ada satu “nilai” untuk setiap “input” yang diberikan, misalnya: ayah dari, teman baik, dan lain-lain.
First Order Logic sangat penting dalam ilmu matematika, filsafat, kecerdasan buatan, karena ruang lingkupnya, sebab keberadaan manusia sehari-hari selalu berhubungan dengan obyek dan hubungan antar manusia sendiri. Sehingga kita tidak dapat menyangkal bahwa dunia ini terdiri dari obyek dan hubungan (relasi).
1.2. SINTAK DAN SEMANTIK LOGIKA ORDE PERTAMA
·       Model
Sebuah model adalah sebuah situasi yang menjelaskan hal-hal yang menjadi konteks pembicaraan. Untuk membentuk sebuah model, diperlukan adanya kosa-kata (vocabularies), yaitu daftar istilah yang membentuk model tersebut. Sebuah kosa-kata berisikan topik pembicaraan dan bahasa (simbol) yang digunakan dalam pembicaraan. Dalam contoh kalimat‘ayah dan anto makan sepiring nasi’, akan terdapat kosa-kata sebagai berikut: {(ayah,1), (anto,0),(makan,2), (nasi,1)}. Dalam kosa-kata ini akan terlihat bagaimana relasi antara fakta atauvariabel yang satu dengan lainnya di dalam representasi. Perlu dibedakan antara fakta (sebuah konstanta / non-binding variable), dengan variabel yang dapat menampung sebuah fakta (binding variable). Dalam contoh, relasi ‘makan’ menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dapat terjadi jika melibatkan dua konstanta (relasi biner yang memiliki arity2). Angka 1 menjelaskan bahwa terjadi relasi tunggal (arity1), yang dapat diisikan (binding) dengan sebuah konstanta. Angka 0 menjelaskan sebuah konstanta, dan bukan merupakan relasi.
·       Syntax FOL: Elemen-Elemen Dasar
Elemen-elemen dasar FOL:
Constants : KingJohn, 2, UB, ITS, UI, Malang, Depok , . . .
Predicates : Brother , >, Loves, Membenci , Mengajar , . . .
Functions : Sqrt , LeftLegOf , Ayah, . . .
Variables : x , y , a, b, . . .
Connectives :   ¬  
Equality :        =
Quantifiers :  
·       Syntax FOL : Kalimat Atomic
Definisi atomic sentence : predicate(term1, , termn) atau term1 = term2
Definisi term :
function(term1, , termn) atau constant atau variable
Contoh :
Brother (KingJohn, RichardTheLionheart )
> (Length(LeftLegOf (Richard)), Length(LeftLegOf (KingJohn)))
·       Syntax FOL : Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks complex sentence terdiri dari sentence yang digabungkan dengan connective.
Definisi complex sentence : ¬S, S1 S2, S1 S2, S1  S2, S1  S2
Contoh :
Sibling(KingJohn, Richard )  Sibling(Richard , KingJohn)
>(1, 2)  ≤(1, 2)
>(1, 2)  ¬>(1, 2)
Belajar (x , SC)  Mengerti(x , AI)
·       Semantics FOL : Truth & Model
Sama halnya dengan. Proposisi Logic (PL), sebuah kalimat FOL bisa juga dikatakan true terhadap sebuah model.
Namun, sebuah kalimat bisa diinterpretasikan banyak cara dalam sebuah model.
Model berisi :
Objects : elemen-elemen di dalam dunia (domain elements).
Relations : hubungan antara elemen-elemen tersebut.
Sebuah interpretasi mendefinisikan referent (“yang dipetakan”)
Constant symbols → objects
Predicate symbols → relations
Function symbols → functional relations
·       Kemungkinan Model & Interpretasi
Entailment , validity , satisfiability , dll. Didefinisikan untuk semua kemungkinan interpretasi dari semua kemungkinan model!
Kalau mau dijabarkan semua kemungkinannya: For each number of domain elements n from 1 to ∞ For each k -ary predicate Pk in the vocabulary For each possible k -ary relation on n objects For each constant symbol C in the vocabulary For each choice of referent for C from n objects . .
Menentukan entailment berdasarkan truth-table? mustahil!
Biasanya ada satu interpretasi yang “dimaksudkan” → intended interpretation.
·       Quantifier
Selain penggunaan predikat, First Order Logic juga menawarkan quantifier untuk membuat kalimat logika yang lebih sederhana. Ada 2 jenis quantifier, yaitu universal dan existential. Quatifier ini berlaku terhadap parameter yang muncul di sebuah kalimat masih dalam bentuk variabel. Universal quantifier terhadap sebuah variabel x (disimbolkan dengan x) berarti bahwa kalimat tersebut berlaku untuk setiap obyek x, sedangkan existential quantifier (disimbolkan dengan x) berarti berlaku untuk sebagian obyek saja.
Contoh: Menggunakan definisi untuk p(x), r(x), dan q(x,y), berikut adalah kalimat-kalimat logika dengan menggunakan quantifier dan artinya:
·       x(p(x) Λ r(rabu) → q(x,merah-putih)) : untuk setiap x, jika x adalah seorang siswa kelas II SD dan pada hari Rabu maka x akan mengenakan seragam merah-putih.
·       x(p(x) → ¬q(x,merah-putih)) : ada x, jika x adalah seorang siswa kelas II SD maka x tidak mengenakan seragam merah putih.
·       Universal Quantifier
Dalam logika predikat , quantifieri universal merupakan jenis quantifier , sebuah konstanta logis yang ditafsirkan sebagai “diberi” atau “untuk semua”. Ini mengungkapkan bahwa fungsi proposisi dapat dipenuhi oleh setiapanggota dari domain wacana. Dalam istilah lain, itu adalah predikasi dari properti atau hubungan dengan setiap anggota domain. Ini menegaskanbahwa predikat dalam lingkup dari quantifier universal benar dari setiap nilai dari variabel predikat .
Hal ini biasanya dilambangkan dengan berbalik A () operator logika simbol, yang bila digunakan bersama-sama dengan variabel predikat, disebut quantifier universal  (“x”, “ (x)”, atau kadang-kadang dengan “(x) “saja). Kuantifikasi Universal berbeda dari kuantifikasi eksistensial (“ada ada”), yang menegaskan bahwa properti atau relasi hanya berlaku untuk setidaknya satu anggota dari domain.
Contoh 1 :
(x) (x + x = 2x)
“untuk setiap x (dimana x adalah suatu bilangan), kalimat x + x = 2x adalah benar.”
Contoh 2 :
(x) (p) (Jika x adalah seekor kelinci -> x adalah binatang).
Kebalikan kalimat “bukan kelinci adalah binatang” ditulis :
(x) (p) (Jika x adalah seekor kelinci -> ~x adalah binatang)
dan dibaca :
– “setiap kelinci adalah bukan binatang”
“semua kelinci adalah bukan binantang”
·       Existential Quantifier
Dalam logika predikat , suatu quantifier eksistensial adalah jenis quantifier , sebuah konstanta logis yang ditafsirkan sebagai “ada ada,” “ada setidaknya satu,” atau “untuk beberapa.” Ini mengungkapkan bahwa fungsi proposisi dapat dipenuhi oleh setidaknya satu anggota dari domain wacana . Dalam istilah lain, itu adalah predikasi dari properti atau hubungan dengan setidaknya satu anggota dari domain. Ini menegaskan bahwa predikat dalamlingkup dari quantifier eksistensial adalah benar dari setidaknya satu nilai darivariabel predikat .
Hal ini biasanya dilambangkan dengan E berubah () operator logika simbol, yang bila digunakan bersama-sama dengan variabel predikat, disebut quantifier eksistensial (“x” atau “(x)”) Kuantifikasi eksistensial.
Contoh 1 :
(x) (x . x = 1)
Dibaca : “terdapat x yang bila dikalikan dengan dirinya sendiri hasilnya sama dengan 1.”
Contoh 2 :
(x) (panda(x)  nama(Clyde))
Dibaca : “beberapa panda bernama Clyde”.
Contoh 3 :
(x) (jerapah(x) -> berkaki empat(x))
Dibaca : “semua jerapah berkaki empat”.
Universal quantifier dapat diekspresikan sebagai konjungsi.
(x) (jerapahh(x)  berkaki tiga(x))
Dibaca : “ada jerapah yang berkaki tiga”
Existensial quantifier dapat diekspresikan sebagai disjungsi dari
urutan ai. P(a1)  P(a2)  P(a3) … P(aN)
1.3. PENGGUNAAN LOGIKA ORDE PERTAMA
1.     Assertions and queries in first-order logic.
2.     The kinship domain.
3.     Numbers, sets, and lists.

1.4. REKAYASA PENGETAHUAN PADA LOGIKA ORDE PERTAMA
1.     Identify the task.
2.     Assemble the relevant knowledge.
3.     Decide on a vocabulary of predicates, functions, and constants.
4.     Encode general knowledge about the domain
5.     Encode a description of the specific problem instance.
6.     Pose queries to the inference procedure and get answers.
7.     Debug the knowledge base.
1.5. LOGIKA PROPOSISI VS INFERENSI LOGIKA ORDE PERTAMA
Contoh Permasalahan
Pembuktian Logika Proposisi
Setiap manusia pasti mati. Karena Sayuti adalah manusia, maka dia pastimati.
Secara intuisi kalimattersebut bernilai Benar. Berdasarkan logika proposisi kalimat tersebut dapat
disimbolkan sebagai:
p : Setiap manusia pasti mati
q : Sayuti adalah manusia
r : Sayuti pasti mati
Berdasarkan kerangka berfikir Logika Proposisi bukanlah konsekuensi Logis dari pdan q. Pernyataan
‘Setiap manusia pasti mati’ mengandung pernyataan Himpunan, yaitu Himpunan ‘manusia’, dimana
individu yang merupakan bagian dari himpunan manusia jumlahnya tidak terhingga. Sedangkan
pernyataan ‘Sayuti adalah manusia’ secara implisit menyatakan anggota dari himpunan ‘manusia’/
universal of discourse.
Struktur sepertidiatas tidak dikenali oleh Logika Proposisi, karena apabila ingin membuktikan
kebenaran dari pernyataan ‘Setiap manusiapasti masti’ maka harus dicari nilai kebenaran dari seluruh
elemen himpunan manusia yang jumlahnya tak terhingga. Ini tidak mungkin dilakukan.
Untuk mengatasi permasalahan diatas diperlukan kerangka berfikir lain selain Logika Proposisi yaitu
Logika First-Order (Kalkulus Predikat). Maka dapat didefinisikan bahwa Logika First-Order adalah
perluasan dari konsep Logika Proposisi untuk mengatasi permasalahan yang tidak dapat dipecahkan
melalui kerangka berfikir Logika Proposisi dengan penambahan 3 komponen logika yaitu: Term
(suku), Predicate dan Quantifier.
Pembuktian pada Logika First-Order
Pembuktian Logika First-Order hampir sama dengan pembuktian pada Logika Proposisi. Hanya saja
pada Logika First-Order pembuktian menggunakan Aturan Inferensi lebih mungkin untuk dilakukan.
Contoh:
Buktikan bahwa “Setiap manusia pasti mati. Sayuti adalah manusia, Karenanya Sayuti pasti mati.”
Jawab:
Misal dideklarasikan predikat berikut:
MAN(x)         adalah manusia
MORTAL(x)  pasti mati
Maka pernyataan pada soal menjadi:
P1                  :(x) (MAN(x) MORTAL(x))
P2                  :MAN(Sayuti)
Untuk membuktikan bahwa kesimpulan “Sayuti pasti mati”harus dibuktian bahwa MORTAL(Sayuti)
adalah konsekuensi logis dari P1dan P2. Maka;
Dilakukan pembuktian langsung:
P1P2             : (x) (MAN(x) MORTAL(x)) MAN(Sayuti)
Karena (MAN(x)  MORTAL(x)) bernilai Benar untuk semua x maka;
(MAN(Sayuti)  MORTAL(Sayuti)) juga Benar
(x) (MAN(x)MORTAL(x))
MAN(Sayuti)
(MAN(Sayuti)MORTAL(Sayuti))
MORTAL(Sayuti)
Premis P1
Premis P2
Langkah 1 dan 2
P1: x Sayuti
1.6. UNIFIKASI DAN LIFTING
Unifikasi adalah usaha untuk mencoba membuat dua ekspresi menjadi identik (mempersatukan keduanya) dengan mencari substitusi-substitusi tertentu untuk mengikuti peubah-peubah dalam ekspresi mereka tersebut. Unifikasi merupakan suatu prosedur sistematik untuk memperoleh peubah-peubah instan dalam wffs. Ketika nilai kebenaran predikat adalah sebuah fungsi dari nilai-nilai yang diasumsikan dengan argumen mereka, keinstanan terkontrol dari nilai-nilai selanjutnya yang menyediakan cara memvalidasi nilai-nilai kebenaran pernyataan yang berisi predikat. Unifikasi merupakan dasar atas kebanyakan strategi inferensi dalam Kecerdasan Buatan. Sedangkan dasar dari unifikasi adalah substitusi.
Suatu substitusi (substitution) adalah suatu himpunan penetapan istilah-istilah kepada peubah, tanpa ada peubah yang ditetapkan lebih dari satu istilah. Sebagai pengetahuan jantung dari eksekusi Prolog, adalah mekanisme unifikasi.
Aturan-aturan unifikasi :
1.     Dua atom (konstanta atau peubah) adalah identik.
2.     Dua daftar identik, atau ekspresi dikonversi ke dalam satu buah daftar.
3.     Sebuah konstanta dan satu peubah terikat dipersatukan, sehingga peubah menjadi terikat kepada konstanta.
4.     Sebuah peubah tak terikat diperssatukan dengan sebuah peubah terikat.
5.     Sebuah peubah terikat dipersatukan dengan sebuah konstanta jika pengikatan pada peubah terikat dengan konstanta tidak ada konflik.
6.     Dua peubah tidak terikat disatukan. Jika peubah yang satu lainnya menjadi terikat dalam upa-urutan langkah unifikasi, yang lainnya juga menjadi terikat ke atom yang sama (peubah atau konstanta).
7.     Dua peubah terikat disatukan jika keduanya terikat (mungkin melalui pengikatan tengah) ke atom yang sama (peubah atau konstanta).


1.7. FORWARD & BACKWARD CHAINING
·       FORWARD CHAINING
Forward chaining merupakan metode inferensi yang melakukan penalaran dari suatu masalah kepada solusinya. Jika klausa premis sesuai dengan situasi (bernilai TRUE), maka proses akan menyatakan konklusi. Forward chaining adalah data-driven karena inferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh. Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang lebar dan tidak dalam, maka gunakan forward chaining.
Contoh :
Terdapat 10 aturan yang tersimpan dalam basis pengetahuan yaitu :
R1 : if A and B then C
R2 : if C then D
R3 : if A and E then F
R4 : if A then G
R5 : if F and G then D
R6 : if G and E then H
R7 : if C and H then I
R8 : if I and A then J
R9 : if G then J
R10 : if J then K
Fakta awal yang diberikan hanya A dan E, ingin membuktikan apakah K bernilai benar.
·       BACKWARD CHAINING
Menggunakan pendekatan goal-driven, dimulai dari harapan apa yang akan terjadi (hipotesis) dan kemudian mencari bukti yang mendukung (atau berlawanan) dengan harapan kita. Sering hal ini memerlukan perumusan dan pengujian hipotesis sementara. Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang sempit dan cukup dalam, maka gunakan backward chaining.
1.8. RESOLUSI LOGIKA PREDIKAT
Resolusi pada logika predikat pada dasarnya sama dengan resolusi pada logika proposisi, hanya saja ditambah dengan unifikasi.Pada logika predikat, prosedur untuk membuktikan pernyataan P dengan beberapa pernyataan F yang telah diketahui, dengan menggunakan resolusi, dapat dilakukan melalui algoritma sebagai berikut :
1.     Konversikan semua proposisi F ke bentuk klausa
2.     Negasikan P, dan konversikan hasil negasi tersebut ke bentuk klausa.Tambahkan   kehimpunan klausa yang telah ada pada langkah
3.     Kerjakan hingga terjadi kontradiksi atau proses tidak mengalami kemajuan :
·       Seleksi 2 klausa sebagai klausa parent
·       Bandingkan (resolve) secara bersama-sama. Klausa hasil resolve tersebut  resolvent. Jika ada pasangan literal T dan ¬T2 sedemikian hingga keduanya dapat dilakukan unifikasi, maka salah satu T1 dan T2 disebut sebagai complementary literal. Jika ada lebih dari 1 complementary literal, maka hanya sepasang yang dapat meninggalkan resolvent
·       Jika resolvent berupa klausa kosong, maka ditemukan kontradiksi. Jika tidak, tambahkan ke himpunan klausa yang telah ada




Sumber :